Selasa, 27 Agustus 2013


REAL GDP VS. NOMINAL GDP: “DEFLASI” GDP OLEH INDEKS HARGA

                
   Kita bisa mengukur GDP untuk tahun tertentu dengan menggunakan harga-harga pasar aktual dalam tahun tersebut; ini akan menghasilkan nominal GDP, atau GDP pada harga yang sebenarnya. Tapi kita biasanya lebih tertarik dalam menentukan apa yang terjadi untuk real GDP, dimana merupakan indeks volume atau kuantitas dari barang dan jasa yang diproduksi. Real GDP dihitung dengan mengambil volume atau kuantitas produksi setelah menghilangkan pengaruh perubahan harga atau inflasi. Sedangkan nominal GDP dihitung menggunakan perubahan harga, dimana real GDP menunjukkan perubahan pada volume dari total output setelah perubahan harga dihilangkan.
                 
   Selisih antara nominal GDP dan real GDP adalah harga GDP, yang biasa disebut GDP deflator.
                 
   Contoh sederhananya, katakanlah bahwa sebuah negara menghasilkan 1000 keranjang jagung pada tahun 1 dan 1010 keranjang pada tahun 2. Harga dari satu keranjang pada tahun 1 adalah $1 dan pada tahun 2 adalah $2. Kita bisa menghitung nominal GDP (PQ) sejumlah $1  x 1000 = $1000 pada tahun 1 dan $2020 pada tahun 2, artinya nominal GDP bertumbuh 102 persen.
                
   Tapi jumlah output sebenarnya tidak bertumbuh. Untuk menemukan real output, kita perlu menyelidiki apa yang terjadi pada harga-harga. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan tahun pertama sebagai tahun dasar. Tahun dasar adalah tahun dimana kita mengukur harga-harga. Untuk tujuan indeks, tetapkan indeks harga untuk tahun pertama (tahun dasar) dengan P1 = 1. Ini berarti bahwa output itu akan diukur dalam harga tahun dasar. Kita lihat bahwa GDP deflator adalah P2 = $2/$1 = 2 pada tahun 2. Real GDP (Q) sama dengan nominal GDP (PQ) dibagi dengan GDP deflator (P). Maka real GDP sama dengan $1000/1 = $1000 pada tahun 1 dan $2020/2 = $1010 pada tahun 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar